MOTOR HONDA - PERKEMBANGAN MOTOR HONDA - HONDA CB

Honda merupakan perusahaan otomotif raksasa yang merajai pasar indonesia bahkan dunia terutama pada sepeda motor, namun tahukah anda perkembangan sepeda motor honda terutama cikal bakal CB/Gl series / Tiger ?
Berikut ini saya mempunyai artikel tentang sejarah perkembangan motor honda CB series
A-type
Di bulan November 1947, Seichiro Honda mengembangkan motor berkekuatan 0,5 HP yang disebut “A-Type”. Motor ini menggunakan bahan bakar terpenting dan dikenal sebagai motor “Chimney”

B-type
Tahun 1948, Honda mengeluarkan motor dengan mesin berkapasitas 90cc modifikasi dari type A, yang dikenal sebagai “B-Type”, setelah pada tanggal 24 September ia secara resmi mendirikan pabrikan Honda bersama dengan Takeo Fujikawa yang sangat mendukung dari sisi finansial. Bersama-sama mereka mendirikan imperium Honda.

Spoiler for D-type
Tahun 1949, Honda mengeluarkan motor “D-Type”. Motor ini sudah berwujud sebuah motor, bukan hanya mesin yang ditempelkan ke rangka sepeda. Nama “D-Type” juga berarti “dream” karena jenis ini merupakan impiannya memproduksi motor Honda komersial pertama hasil kreasinya sendiri, sekaligus penjualannya bisa menembus Inggris yang saat itu penuh dengan pabrikan motor. Keberhasilan tersebut tidak membuat Honda berhenti berkarya tetapi justru semakin memproduksi motor yang lebih baik dan semakin canggih

E-type
Selanjutnya Honda mengeluarkan engine 146cc, OHV, 4 stroke yang dikenal sebagai “E-Type”. Engine ini dapat mengeluarkan power 5.5HP dan dapat digeber sampai kecepatan 80 km/jam. Tipe ini diproduksi dan bisa mencapai 130 unit sehari.

F-type
Tahun 1952, Honda mengeluarkan motor “Cub” pertamanya dengan engine “F-Type”, 50cc, 2 tak, dan produksinya mencapai 6500 unit sebulan atau hampir menguasai 70% market share motor di Jepang.

Benly
Tahun 1953, Honda memproduksi motor 90cc, 4 tak yang dikenal sebagai “Benly” atau yang berarti nyaman. Motor ini mempunyai 3 speed gearbox dan bisa laku terjual sebanyak 1000 unit sebulan.

Scooter juno
Tahun 1954, Honda mengeluarkan Skuter Juno yang diadaptasi dari Vespa yang sedang dibikin di Jepang. Skuter ini berbentuk dasar Vespa tetapi diberi tambahan modifikasi seperti tameng depan yang lebih menarik, kaca penahan angin, dan sedikit kaca pelindung hujan di atasnya. Selain itu, tutup mesin kanan dan kiri tidak dapat dibuka layaknya Vespa biasa, tetapi harus dibuka keseluruhan body ke belakang layaknya sebuah kap mobil.

C 70 Twin
Tahun 1957, Honda mengeluarkan untuk pertama kalinya motor twin 250cc OHC, 4 tak yang diberi nama C70 dan termasuk canggih di masanya. Variannya pun muncul seperti C71 yang telah menerapkan starter elektrik pada mesin kapasitas 250cc.

C100 Super Cub
Juni 1958 merupakan era keemasan Honda dengan dikeluarkannya C100 Super Cub yang disebut-sebut sebagai “the most successful motorcycles (motor paling sukses)”. Super Cub ini dikembangkan selama 3 tahun. Agar murah dan gampang dikendarai oleh siapapun, motor ini dibuat dengan spesifikasi sangat sederhana yaitu kapasitas 50cc, OHC, 4 tak, dan kopling sentrifugal dengan 3 transmisi kecepatan. Motor ini sangat mudah dikendarai bahkan bagi pemula sekalipun.
Bentuk ini yang dikenal sebagai motor jenis bebek saat ini. Wanita pun mudah mengendarainya karena tidak perlu terhambat untuk melangkah oleh bentuk konvensional motor yang ada tanki bensin. Perlu diketahui bahwa teknologi motor masa itu umumnya masih berbentuk “motor laki-laki” (dengan tanki di depan) sehingga kaum wanita yang berkeinginan menaiki sepeda motor harus melangkah mengikuti bentuk tersebut yang kurang nyaman bagi budaya Asia terutama bangsa Jepang. Dalam beberapa poster sepeda motor Inggris yang saat itu menjadi trend setter terlihat segmen pasar kaum wanita masih diraih dengan menawarkan motor berkapasitas rendah sekitar 125cc dan berbentuk relatif kecil, tetapi masih berbentuk motor laki-laki. Kehadiran Super Cub yang disambut antusias oleh berbagai golongan kemudian muncul dalam beragam versi, ada yang 50cc, 70cc dan 90cc.

Tahun 1959, Honda mulai mengekspor dan memasuki pasar Amerika Serikat.

Tahun 1963, Honda membuka pabrik pertama mereka di luar negeri, yaitu di Belgia. Sejak saat itu, Honda mengikuti sebuah aturan dasar untuk membangun produk dekat dengan pelanggan. Data pada akhir Desember 2005 menunjukkan bahwa motor Honda telah diproduksi sebanyak 150 juta unit. Jumlah tersebut merupakan angka yang sangat fantastis untuk sebuah merk motor dan terutama disumbangkan dalam jumlah terbesar oleh pasar Asia yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi utama.

S 90 
Tahun 1964-1969, Honda mengeluarkan S90 “Super 90″ dengan 4 warna : putih, hitam, biru candy, dan merah (awalnya merah scarlet kemudian menjadi merah candy). Sebelum 1968 mempunyai fender/ spakbor bercat silver tapi setelah 1968 menjadi krom. Sebelum 1968 berwarna non-metalik tapi setelah Maret 1968 berwarna candy. Mesinnya single silinder 89cc dengan kopling manual 4 kecepatan. Ada yang mengatakan bahwa tipe ini pertama kali masuk Indonesia diimpor dari Jepang dalam bentuk semi knock-down pada tahun 1970.

CB 750
Tahun 1969, Honda mengeluarkan CB 750 yang bukan hanya menjadi motor Superbike Modern Pertama, tetapi berkat teknologi mesinnya juga menjadi ketok palu vonis mati bagi industri sepeda motor Inggris yang saat itu mendominasi.Di Indonesia, salah satu jenis honda lawas yang paling diburu adalah jenis CB.

CB 100
Honda CB kali pertama masuk ke Indonesia di tahun 1971 dengan kode Honda CB 100 K1. Disamping CB 100 diproduksi pula tipe dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 125 cc, 175 cc, dan 200 cc. Ketiganya tersedia dalam silinder ganda pula. Namun di Indonesia CB100 lebih populer dikarenakan harganya yang lebih murah dan perawatannya mudah. Dalam kurun waktu satu dasa warsa (1971-1981) jumlah total penjualan Honda CB di tanah air mencapai 600 ribu unit.

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/51b97a3338cb17e20c000002/sejarah-perkembangan-motor-honda
Previous
Next Post »